Fenomena Presenter Di Indonesia

Presenter atau MC adalah jiwa dari suatu acara/ event. Berhasil atau tidaknya suatu acara sebagian besar tergantung dari bagaimana si presenter membawa acara tersebut. Apakah sesuai dengan konsep dan maksud dari acara, apakah sesuai dengan peserta acara, apakah menghibur atau terlalu kaku dan sebagainya. Namun ternyata trend presenter atau MC, khususnya di dunia hiburan Indonesia dari waktu ke waktu terus berubah. Berikut penjelasannya.

Tahun 80-an

Pada zaman ini, dimana kanal televisi masih terbatas, presenter selalu tampil rapih, pembawaan tenang, tutur katanya teratur, bahasa terucap rapih dan baku. Sangat formal dan terkesan kaku. Mungkin karena pada zaman ini acara televisi masih didominasi oleh siaran berita. Rata-rata presenter pada zaman ini juga berusia dewasa. Dan masih terhitug sedikit presenter Indonesia pada saat ini. Gaya MC untuk acara-acara off air tentunya mengikuti gaya presenter televisi, sehingga tidak jauh beda. Anita Rachman, Ussy Karundeng, Max Sopacua mungkin adalah refleksinya pada zaman itu.

Tahun 90-an

Beranjak dimana acara-acara televisi diubah sedemikan rupa menarik, jenis acara pun semakin banyak dan beragam, dan presenter-presenter baru mulai banyak bermunculan dengan keunikannya masing-masing. Inovasi terus bermunculan, presenter dan MC semakin berkembang, dan makin kritis. Namun pada zaman ini gaya mereka masih sedikit konservatif. Gaya om Koes Hendratmo di acara “Berpacu Dalam Melodi” mungkin bisa mewakilkan.

Tahun 2000-an

Di zaman ini mungkin bisa dibilang presenter dan MC lebih disukai yang tidak formal, bisa bercanda, interaktif dengan peserta atau penonton, dan unik. Kalangan muda juga mulai banyak bermunculan di zaman ini, dari yang masih sekolah tingkat dasar sampai yang berusia belasan. Banyak presenter dan MC pada zaman ini yang gayanya seperti wanita padahal seorang pria, tapi sangat digandrungi oleh masyarakat dan laku keras. Di zaman ini presenter dan MC mulai sejajar dengan artis. Bahkan MC – MC terkenal sebagian besar adalah presenter pada awalnya. Di zaman ini bisa diwakilkan oleh Tukul Arwana yang meledak dengan acara “Empat Mata” nya serta almarhum Olga Lydia, dimana mereka sangat dicari baik untuk event on-air maupun off-air.

Tahun 2010-an

Di zaman ini presenter dan MC sudah tidak terhitung lagi banyaknya. Semua bisa menjadi presenter atau MC handal. Mulai dari yang murah sampai yang harganya mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini bisa kita lihat banyak background presenter dan MC di zaman ini dari berbagai bidang, seperti penyanyi, model, DJ, bahkan seorang pesulap. Di zaman ini juga mulai muncul presenter atau MC sebuah acara bukan lagi satu dua orang saja, tapi keroyokan, bisa lima sampai enam orang di satu acara. Untuk acara – acara dengan budget minim anda harus berpikir dua kali bila mau memakai konsep presenter atau MC keroyokan seperti ini.

Itulah perubahan dan perkembangan presenter dan MC di Indonesia dari zaman ke zaman. Masih bingung mencari presenter dan MC yang cocok dengan event anda? Segera kunjungi website Talent-Hub untuk kemudahan booking anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top